Tanda Tanda Kanker Rahim

Rahim merupakan suatu otot yang kekar. Selaput lendirnya, lapisan dalam dari rongga rahim, disebut dengan endometrium (metra berarti rahim). Rongga rahim, bukan seperti rongga biasa karena dinding depan dan belakang terletak berdempet satu sama lain. Di sebelah atas, kiri dan kanan, bermuara saluran telur. Ke bawah, rahim menjadi saluran leher rahim yang bermuara di vagina.

Kanker rahim paling sering terjadi pada endometrium dari bagian korpus rahim. Nama yang paling sering digunakan adalah kanker endometrium. Demikian juga istilah kanker korpus hampir sama terkenalnya, kanker endometrium paling banyak terjadi sesudah menopause (berhentinya masa menstruasi). Namun pada stimulasi pertumbuhan dan penghambatan pertumbuhan dari kanker endometrium, pengaruh dari kedua hormon (estrogen dan progesteron) akan ditemukan kembali. Kanker rahim ini juga lebih banyak terjadi pada penderita kanker usus besar dengan faktor keturunan.

Infeksi bisa terjadi pada leher rahim, rahim, saluran telur, sampai ke indung telur.Penyebabnya bermacam-macam bibit penyakit, seperti kencing nanah, sifilis dan TBC selain kuman kuman umum atau mikroorganisme yang masuk ke dalam organ intim wanita.

Posted in Penyebab Kanker Rahim | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Infeksi Virus Kanker Rahim

Wanita sering kali tidak menyadari bahwa kebiasaan yang mereka lakukan ternyata menjadi pemicu munculnya kanker dalam rahim, misalnya karena ingin selalu tampil bersih, wanita sehingga sering menbasuh vaginanya dengan antiseptik. Membasuh vagina atau organ kewanitaan dengan antiseptik tidak dianjurkan oleh dokter.

Kanker rahim (uterus) merupakan salah satu jenis kanker yang menakutkan bagi seorang perempuan. Kanker ini dianggap menjadi penyebab kematian terbesar wanita di dunia. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kanker ini disebabkan oleh virus Human Papilloma Virus (HPV) yang muncul, antara lain karena perilaku sering berganti-ganti pasangan seks.

Virus ini hidup di daerah yang lembab, persisnya dalam cairan vagina yang diidap oleh penderita keputihan (leukore). Jika keputihan ini tidak segera membaik, virus ini bisa memunculkan kanker rahim. Biasanya keadaan ini ditandai dengan banyaknya cairan keputihan yang disertai bau tidak sedap dan perdarahan yang keluar dari vagina. Tapi ada kalanya kanker yang muncul itu tidak memberikan gejala-gejala sakit seperti itu.

Menurut Dr. Nasdaldy, SpOG dalam sebuah seminar yang diadakan di RS Dharmais, bahwa sangat penting mengutamakan pencegahan karena otomatis akan mencegah terpaparnya substansi yng menyebabkan kanker itu tumbuh dan menyebar luas. Pencegahan awal bisa dengan cara menghindari tindakan yang memicu atau memeriksakan diri jika sudah ada gejala-gejala sakit atau nyeri di sekitar perut atau rahim.

Posted in Penyebab Kanker Rahim | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pap Smear Untuk Kanker Rahim

Pap smear adalah test yang cepat tanpa rasa sakit yang digunakan untuk mendeteksi perubahan sel di leher rahim yang kemudian dapat berkembang menjadi kanker. Beberapa wanita yang ada perlu melakukan pap smear sebanyak 3 kali selama 3 tahun. Pemeriksaan dan pencegahan dengan menggunakan metode pap smear ini dilihat dari segi usia, kondisi kesehatan, dan stadium dari kanker rahim itu sendiri.

Beberapa dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan pap smear pertama kali setelah aktif secara seksual umumnya pada wanita yang berusia 30 tahun. Jika lebih dari 30 tahun dan belum pernah melakukan pap smear tidak ada kata terlambat utnuk memulainya. Melakukan pap smear secara teratur akan membantu mengurangi risiko berkembangnya kanker serviks atau kanker rahim.

Pada wanita yang telah berusia 65-70 tahun dan tidak ada tanda-tanda abnormalitas pada tiap kali pengujian pap smear selama 10 tahun terakhir, maka dapat menghentikan papa smear. Sedangkan wanita yang memiliki abnormalitas pada riwayat pemeriksaan pap smear dan memiliki resiko tinggi kanker serviks, sebaiknya tetap melanjutkan pap smear secara teratur.

Meskipun dokter menyarankan melakukan pemeriksaan pap smear setiap tahun atau tiap 2 tahun. Wanita yang pada pap smear sebelumnya ditemukan hasil yang tidak normal, terinfeksi dengan virus human papilloma (HPV) atau beresiko tinggi terkena kanker serviks, sebaiknya melakukan pap smear lebih rutin.

Posted in Penyebab Kanker Rahim | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment